Eksamen Kewarganegaraan

gigih Gereja Kampus Leave a Comment

Eksamen Kewarganegaraan*

Universitas Sanata Dharma Menyambut Pesta Demokrasi 2019

 

Pengantar

Eksamen adalah doa yang bersumber pada tradisi Gereja dan spiritualitas Ignatian, untuk menemukan Allah dalam hidup sehari-hari. Bagi Ignatius, Allah tidak hanya ditemukan dalam Kitab Suci, Sakramen maupun Liturgi saja, melainkan juga dalam pengalaman hidup sehari-hari manusia dan perjumpaan kita dengan seluruh ciptaan-Nya

Tuhan bertemu kita di mana kita berada, mengundang kita untuk pergi ke tempat-tempat yang kita mungkin tidak inginkan. Eksamen kewarganegaraan ini memanggil kita untuk menjadi kontemplatif dalam aksi. Kita diundang untuk berbincang dengan-Nya dengan cara khusus tentang keterkaitan antara nilai-nilai Injil dan keterlibatan politik sebagai warga negara.

 

Langkah-langkah Eksamen

Mulailah dengan doa syukur

Mari kita lihat kembali realitas terkini negara kita —apa dan siapa yang paling kamu syukuri dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia?

Mohonlah petunjuk kepada Tuhan

Undanglah Roh Allah untuk menerangi refleksimu.

Diterangi oleh Roh Allah, marilah berdoa dan melihat kembali perjalanan bangsa kita sampai dengan hari ini; perhatikanlah emosi dan reaksimu.

    • Apa yang memberimu energi atau mendekatkanmu kepada Tuhan saat kamu merenungkan negara kita?
    • Apa yang mengganggumu atau membuatmu merasa lebih jauh dari Tuhan ketika kamu merenungkan negara kita?
    • Bagaimana situasi saudara-saudari kita saat ini, khususnya mereka yang paling rentan dan sering terpinggirkan oleh kemiskinan dan ketidakadilan?
    • Apa yang membentuk cara pandang dan visimu tentang bangsa dan negara kita?
    • Biarkan reaksi, emosi, dan keinginan jujur Anda muncul ke permukaan.

Percakapan dengan Tuhan

    • Pertimbangkan satu atau dua keinginan atau perasaan terkuat yang ditimbulkan oleh doamu bagi negara kita dan membawa ini kepada Tuhan.
    • Libatkan Allah dalam percakapan tentang keinginan atau perasaan tersebut. Berbicaralah secara sederhana, jelas, langsung, dan jujur, seperti ketika kamu berbicara kepada sahabatmu.
    • Bagian mana dalam hidupmu yang engkau sesali, sebagai warga negara Indonesia?
    • Hal-hal apa saja di negara kita (mungkin terkait dengan komunitas, kelompok, lingkungan, dsb) yang perlu disembuhan dan didamaikan?
    • Menurutmu apa yang Tuhan inginkan bagi orang-orang yang terpinggirkan oleh kemiskinan dan ketidakadilan?
    • Bagian mana dalam hidupmu dan hidup bangsa kita yang syukuri dan rayakan?
    • Dengarkan dengan hatimu— bagaimana Tuhan hadir melalui reaksi dan keinginanmu?

Doa Pembaruan dan Resolusi

Seluruh bangsa kita sedang mempersiapkan diri untuk memilih para pemimpin dan wakil rakyat, bagaimana kamu berpartisipasi mengkampanyekan nilai-nilai kebaikan? Mintalah bantuan Tuhan agar pesta demokrasi di negeri ini mampu menghadirkan kebaikan yang lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Apakah muncul niat, sikap dan tindakan baru dari doa-doamu? Percayakan keinginan dan niat mu dengan memohon rahmat dari Allah.

 

* Inspirasi dari “An Ignatian Examen for Civic Life”, Ignatian Solidarity Network, 2016.

Share this Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *