Integrity Days 2015 : Bersepeda Merawat Kehidupan

gigih Pengembangan Solidaritas 5 Comments

Semangat #BikeForLife dalam upayanya merawat kehidupan agaknya telah mengilhami tujuh orang mahasiswa Universitas Sanata Dharma untuk menyebarkan dan menggalakkannya kepada masyarakat yang lebih luas. Adalah Angga Dwi Putra, mahasiswa Fakultas Psikologi USD, bersama keenam temannya; Matias Rio Meilano, Gregorius Dwi, Fransiskus Muliadi, Andreas Corsini Miguel Takimai, Andi Septianto, dan Yosephus Wahyu, yang sangat bersemangat dalam mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian kehidupan hutan bakau (mangroves) dan kepedulian terhadap penyandang autism.

Kegiatan kampanye yang dibungkus dengan aksi bersepeda dari Yogyakarta menuju Bali dimulai pada hari Selasa, 30 Juni 2015. Ketujuh orang mahasiwa USD ini, dengan semangat #BikeForAutismMangroves ‘Orang Muda Sebagai Pelopor Perubahan untuk Semakin Cerdas Dan Humanis’ berangkat dari pelataran kampus II USD.

Angga Dwi Putra, yang juga adalah koordinator aksi #BikeForAutismMangroves ini menjelaskan latar belakang kegiatan ini. “Kami menyadari bahwa masyarakat perlu mengenal Autism secara lebih mendalam lagi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat secara luas dapat menerima individu yang mengidap Autism tersebut, jika hal itu sudah terlaksana harapan kami adalah tidak adanya diskriminasi dan tanggapan negatif dari masyarakat luas kepada mereka” begitu ungkapnya. “Mereka –individu dengan Autism, adalah karya Allah yang diciptakan dengan cara yang istimewa” imbuhnya.

Semangat merawat kehidupan yang juga merupakan slogan kegiatan tahunan Campus Ministry, Intergrity Days, juga coba mereka kampanyekan kembali dalam bentuk pelestarian hutan bakau (mangroves). Mangroves yang hidup di pantai berfungsi sebagai sabuk pengaman daratan dari abrasi gelombang laut. Lebih dari itu, mangroves, juga menjadi tempat hidup ikan-ikan kecil, burung-burung laut, dan beragam vegetasi lainnya.

Dewasa ini, dimana rasa kepedulian masyarakat luas terhadap kelestarian hutan bakau (mangroves) yang mulai menurun telah mengusik rasa keprihatihan ketujuh mahasiswa USD ini. “Itulah mengapa menjadi penting bagi kami untuk bisa mengajak masyarakat luas untuk kembali peduli terhadap kelestarian hutan bakau. Selain soal Autism, kami juga akan mengkampanyekan soal Mangroves ini di sepanjang pesisir pantai yang menjadi jalur kami. Dan Bali dipilih sebagai tujuan akhir kampanye ini karena di pulau itu, selain tempat wisata, ternyata adalah tempat penghasil sampah dan limbah. Banyak di antaranya yang dibuang dan mencemari laut di sana, dan itu akan berpengaruh buruk terhadap ekosistem jika tidak diolah secara benar.“

Romo Patrisius Mutiara Andalas, S.J., S.S., S.T.D., wakil rektor III USD dalam sambutannya melepas ketujuh orang muda pelopor perubahan ini mengatakan, “lewat mereka, para orang muda pelopor perubahan, Universitas Sanata Dharma ingin memberikan kontribusi dalam membawa pesan kemanusiaan dan ekologi yang lebih ramah kepada masyarakat luas. Perubahan dimulai dan menjadi lebih baik bila diawali dari hal-hal yang kecil. Dan hal-hal kecil itu, jika dilandasi dengan rasa cinta kasih akan membawa perubahan yang besar.”

Rombongan #BikeForAutismMangroves ini akan menempuh jarak kurang lebih 700 km menuju Bali dengan singgah di beberapa titik sebelumnya seperti Palur Karanganyar, Madiun, Jombang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Tabanan, dan berakhir di Denpasar. Di setiap titik pemberhentian ini lah, rombongan akan melakukan kampanye mengenai Autism dan Mangroves. Rombongan direncanakan akan tiba di Bali pada hari Sabtu, 11 Juli 2015.

Bersemangatlah dalam upaya merawat kehidupan ini, teman!

(Wahyu Nur Cahyo)

Share this Post

Comments 5

  1. Post
    Author
  2. Semangat merawat kehidupan, teman-teman. Semoga aksi ini bisa mengajak masyarakat lebih luas untuk tetap merawat hidup. Hidup itu penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *