KMHD Swastika Taruna

Sejarah KMHD

Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma atau yang lebih dikenal dengan nama KMHD Universitas Sanata Dharma berdiri sejak 28 Oktober 1999. Komunitas ini bermula dari acara kumpul-kumpul, hingga akhirnya tercetus keinginan dari rekan-rekan Fakultas Psikologi dan Fakultas Farmasi untuk membentuk wadah organisasi keagamaan. Selanjutnya, dengan turut menggandeng fakultas-fakultas lain yang ada di Universitas Sanata Dharma seperti FST, Ekonomi, Pendidikan, Sastra dan civitas akademika Sanata Dharma lainnya. Oleh karena itu, diproklamirkanlah “KMHD Swastika Taruna” dikampus III Universitas Sanata Dharma, Paingan.

Nama ini dirasa sangat sesuai untuk dijadikan sebagai nama dari Komunitas ini, mengingat falsafah komunitas yang berada diluar rel nilai-nilai kampus. Seiring dengan berjalannya waktu, KMHD semakin menunjukkan eksistensinya. Berkat usaha dan perjuangan dari pengurus, serta lintas agama, kemudian pihak Rektorat memberikan engakuan atas kelahiran KMHD sebagai salah satu Komunitas Kerohanian di Universitas Sanata Dharma.

Diluar kampus, nama KMHD Swastika Taruna pun cukup dikenal oleh organisasi keagamaan yang berada diluar kampus. Sebagai contoh yang cukup dikenal seperti “Sekar Jepun” yaitu UKM yang berkaitan dengan seni budaya khususnya Tari Bali. KMHD juga terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti, perayaan Nyepi Daerah yang diselenggarakan oleh Pembina Masyarakat Hindu DIY. Selain itu KMHD juga turut aktif dalam kegiatan futsal yang diadakan oleh komunitas mahasiswa Hindu di Yogyakarta sebagai ajang untuk menjalin relasi dengan rekan-rekan seperantauan. Disamping itu, KMHD juga berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan “Ngayah” dipura Widya Dharma Dero (Maguwoharjo). Terdapat juga peran serta dari tokoh Hindu di Yogyakarta, seperti Bapak W. Teja (Alm) dan Bapak I.B. Puja yang turut menyumbangkan pemikiran positif bagi kemajuan KMHD.

 

Agenda Kegiatan KMHD

KMHD sebagai Komunitas yang menjaga tali kekeluargaan antar anggota, tentunya mengadakan kegiatan-kegiatan guna mendekatkan anggota KMHD dengan pihak internal maupun eksternal. Adapaun kegiatan-kegiatan yang diadakan KMHD yaitu :

  • Expo Insadha

KMHD juga turut terlibat dalam kegiatan Explorasi atau yang lebih dikenal dengan kegiatan Expo ketika Insadha. Dalam kegiatan ini KMHD diberi kesempatan untuk memperkenalkan salah satu komunitas kehinduan yang ada di Universitas Sanata Dharma.

  • Upanayana

Upanayana berasal dari kata upa dan nayanamUpa artinya ‘duduk dekat’.Nayanam artinya penglihatan pada hal-hal yang niskala atau penglihatan dalam (inner vision), orang sering mengartikan nayanam ini sebagai ‘mata ketiga’. Upa yang artinya duduk dekat itu maksudnya adalah duduk dekat para Guru. Upa selalu dilekatkan pada pengajaran seorang Guru atau pada ritual upacara (agama). Upanayana ini arti mudahnya adalah ‘duduk dekat kaki seorang Guru agar memiliki mata ketiga’. Jadi Upanayana yaitu upacara dimana seorang anak pertama kalinya diterima untuk masuk berguru pada seorang Guru spiritual.

  •  Makrab

Kegiatan ini adalah kegiatan yang difokuskan bagi anggota KMHD untuk saling mengenal dan menjalin rasa kekeluargaam antar satu anggota dengan anggota lainnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan diluar kampus dan dilaksanakan pada akhir minggu. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari 1 malam.

  •  Futsal KMHD se-DIY

Kegiatan ini adalah kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa se-DIY untuk mengadakan kegiatan Turnamen Futsal yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar umat sedharma di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan ini turut bergabung KMHD-KMHD yang berasal dari berbagai universitas, misalnya UGM, UNY, STIE YKPN, Atma Jaya, dan lainnya. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari.

  •  Melasti di Parangkusumo

Melasti berasal dari kata Mala = kotoran/leteh, dan Asti = membuang/memusnahkan. Upacara melasti ini memiliki sejumlah makna, di antaranya yaitu menyucikan arca, pratima, nyasa, atau pralingga sebagai wujud sthana Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tujuan dari pelaksanaan upacara Melasti yakni untuk menetralisir atau melenyapkan penderitan masyarakat berupa kekotoran dunia yang melekat dalam diri manusia. Artinya, dalam upacara Melasti manusia diajak untuk membuang sifat-sifat buruk yang ada dalam dirinya, dengan mengintrospeksi dan retrospeksi diri.

  •  Tirta Yatra

Tirta yatra berasal dari dua kata yaitu Tirta yang berarti air suci dan Yatra berarti perjalanan suci. Tirta yatra berarti perjalanan suci yang bertujuan untuk memperoleh air suci. Tirta yatra termasuk dalam agenda baru yang dicanangkan oleh pengurus KMHD. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan diluar jogja.

  • Tujuan KMHD
  1. Menjadi wadah pemersatu bagi mahasiswa-mahasiswi Hindu di Universitas Sanata Dharma.
  2. Menjadi media penyalur aspirasi mahasiswa-mahasiswi Hindu di Universitas Sanata Dharma.
  • Ciri Khas KMHD

KMHD mengadakan persembahyangan bersama antar anggota yaitu setiap sebulan sekali yang mana bertepatan dengan Hari Raya Purnama/Tilem.

Share this Post